Malam Satu Suro
Sebelumnya Saya mengucapkan selamat satu suro tahun baru Islam 1431 Hijriah . Semoga di tahun ini , lebih baik daripada tahun sebelumnya .
Malam satu suro di Indonesia sarat dengan hal-hal yang berbau gaib dan mistis . Namun , di negara-negara Islam selain Indonesia , malam satu suro ( Muharram ) diisi dengan mengaji , salat akhir tahun atau merenungi sikap di tahun yang lalu . Namun , Saya tak tahu juga apa di negara yang menggunakan sistem kalender Islam ada mitos-mitos lain yang serupa .
Di tempat Saya sendiri , biasanya di adakan Selametan .
Selametan
Selametan dilakukan untuk beberapa tujuan . Yakni , (1) sebagai penghormatan pada alam , (2) sebagai ucapan syukur pada Sang Pencipta Alam , (3) sebagai tolak bala di awal tahun . Selametan dilakukan dari sore hari sampai tengah malam . Di siang hari , para pemuda mempersiapkan lokasi dan rute yang akan digunakan untuk mengarak sesajen . Para ibu-ibu dan gadis membantu konsumsi malam harinya . Dan golongan tetua desa mempersiapkan sesajen dan barang-barang apa saja yang dibùtuhkan untuk diarak .
Sesudah solat maghrib bersama , orang-orang di desa mulai berkumpul di tempat yang telah ditentukan . Sesajen isinya (seperti biasa) ketupat , leppet , embhel dan gelung teleng (Madura , ntah apa bahasa daerah lainnya) . Bubur 5 warna . Yaitu merah , hijau , kuning , hitam dan putih . Sesajen ini dibuat banyak untuk dibagikan pada tiap-tiap kepala RT (sejumlah RT pada tiap-tiap desa) untuk di buang di Tapak Dengdeng ( pertigaan , perempatan ) . Tujuan adalah untuk membuang sial dan menangkal sial yang akan terjadi di Tapak Dengdeng tersebut . Tak lupa juga disirami air kembang tujuh rupa dari tujuh air sumber berbeda . Setelah membuang sesajen bubur , acara dilanjutkan dengan pembagian makanan ( ketupat , leppet , embhel , gelltng teleng ) . Setelah
pembagian makanan , kita pulang deh sambil bawa makanannya dan jadi cemilan di tengah malam . ^^

